Menganalisa Iklan Dari Jagad Internet

Mas, Mulai Belajar Copywriting Itu Darimana Sih? Bingung Buat Iklan Produk Nih.

Sudah berpetualang di blog ini? Bagus. Artinya kamu penasaran dengan copywriting. Penasaran dengan cara agar produkmu laku dan dikenal. Penasaran kok, cuma nulis aja kadang bisa jadi keren ya produknya? Belajar copywriting sebenarnya mudah. Karena ilmunya sudah ada sejak jaman kita masih di sekolah. Tepatnya menginjak SMP dan SMA. Hanya saja, ilmu itu digunakan untuk ujian. Sampai kita lupa ilmu itu bisa kita gunakan sekarang.

Coba buka lagi buku bahasa Indonesiamu. Pasti ada cara membuat kalimat, ada berbagai jenis kalimat, frasa, ada juga idiom, sampai ke masalah puisi, naskah, cerpen, novel, semua ada copywritingnya. Belajar copywriting intinya kita membuat tulisan yang mana, tulisan itu menarik perhatian orang. Ingat, yang menarik perhatian orang tulisanmu. Bukan produkmu ya. Tulisannya dulu. Produk belakangan. Kenapa? Karena produk itu bisa diperbaiki sambil jalan. Tapi kalau dasarnya copywritingnya buruk, produknya sekeren apa pun ya sama saja gak laku-laku.

Jenis-jenis copywriting itu banyak sekali. Menurut copyblogger itu ada 10. Bayangkan. Saya pakai 1 saja gak habis-habis loh. Kita belajar satu dulu ya, kita akan bahas yaitu “plain copy” atau copywriting yang datar banget.

plain copy
di tokopedia sudah banyak produk yang detail, itu yg namanya plain copy

Plain Copy Identik Dengan Tulisan Manual Book

Coba beli laptop baru, hape baru, apa pun yang berkaitan dengan mesin, biasanya kita dapat manual book atau buku panduan. Bagi kita pasti gak butuh tuh buku panduan. Tapi saat kita bingung, hape kita ada masalah, mana yang kita lakukan duluan? Mencari solusinya di internet atau buku panduan? Pasti buku panduan dulu karena bisa jadi masalahnya hanyalah kita tidak mengerti. Dalam buku panduan itulah copywriting telah ditulis. Membuat orang berlama-lama membaca walau tulisannya datar sekali. Kok bisa ya?

Dalam dunia produk atau jualan, biasanya plain copy ini berisi tentang seluk beluk produk. Dari bahannya apa, dari ide terciptanya produk itu apa, value atau nilai yang dibawa oleh produknya apa, sejarah, visi misi, sampai cara penggunaan produk. Kita bisa membuatnya kalau kita mau membuatnya. Banyak pebisnis melalaikan hal ini padahal orang bisa saja penasaran dengan produk kita sendiri tapi malas bertanya. Semisal, kamu jualan produk herbal. Karena plain copy kamu tidak punya, mereka jadi tidak tertarik. Padahal mereka ingin cari tahu dulu, apa sih kandungannya, aman tidaknya, sudah ada ijin pemerintah atau MUI, dibuatnya dimana, cerita dari konsumen sesudahnya bagaimana, kantornya dimana, dijual online atau ada tokonya, dan lain sebagainya. Penting kan? Sepele, tapi kalau tidak cermat mengisi plain copy dan menampilkannya pada konsumen, maka konsumen akan lari.

Hal ini sering terjadi pada pebisnis yang dropshipping atau reseller. Karena terus menerus menjelaskan benefit produk sampai lupa pertanyaan usil sering kali membuat konsumen jadi malas beli. Contohnya seperti pertanyaan berikut:

  • “kak, ini tokonya dimana ya?” (tidak terjawab atau konsumen tidak puas dengan jawabanmu, siap-siap kehilangan pembeli)
  • “gan, kalau saya beli ini, tapi saya ada alergi ini, bahan-bahannya ada pengaruh gak ya sama alergi saya? (hati-hati juga, asal jawab bisa berefek fatal, beberap konsumen malah memberikan testimoni buruk karena penjual asal jawab tidak ada efek samping)
  • “bro, ini belum ada label halalnya ya di kemasannya, gak papa tuh? ijin dinkesnya bisa lihat gak?” (ya, silahkan dijawab dengan baik)

Semakin kamu paham plain copy berupa manual book, maka semakin bisa kamu jelaskan ke konsumen. Dari pada capek-capek nulis plain copy, kamu posting saja entah di fanpage atau akun pesonalmu tentang produkmu itu. Biasanya produk yang berhasil itu plain copynya lengkap seperti kamus. Huehehe.

plain copy
contoh plain copy dari http://jilbabhijabku.com/ yang ada di blog mereka.

Kapan dan Dimanakah Plain Copy Harus Ditunjukkan Saat Bisnis Online?

Pertanyaan ini cukup sulit. Tapi setidaknya, kamu harus punya dulu, entah dalam bentuk notepad atau microsoft word. Kenapa? Ini sangat membantu untukmu nanti berinteraksi langsung dengan konsumen. Misalnya seperti ini,

“Kak, itu produknya kok harganya mahal?”

“Kalau boleh tahu mahal, udah bandingin dimana aja ya untuk produk yang sama?” (semisal kamu dropshipp atau reseller)

“Udah kak di Tokopedia.”

“Kalau begitu, kita bisa kasih bonus kalau kamu beli di sini” (kalau ada bonusnya, sebutkan saja)

atau, “Kita utamakan pelayanan, gak cuma harga murah kok, pelayanannya itu.. packingnya rapi, dsb” (sebutkan keunggulan pelayananmu)

Untuk kasus lain bisa seperti ini,

“Kak, ntar gak ada efeknya lagi produknya. Saya udah coba produk A gak efek kak,” (kalau produk obat herbal dan konsumsi lainnya)

“Kita bisa tunjukin testimoni asli kok kak, tanpa editan, tanpa rekayasa.” (beri testimoninya)

Untuk kasus produk kamu sendiri, yang kamu buat sendiri sepreti fashion yaitu jilbab, baju, celana, sepatu, dan lainnya tentu plain copy ini bisa lebih mulus membuatnya.

Kamu bisa menaruh plain copy ini di blog. Saya sarankan sekali, kalau pun kamu cuma jualan di sosial media, selalu bisa buat blog. Buat gratisan saja cukup, baik melalui blogspot atau wordpress. Tapi kalau yang mau berbayar lebih bagus. Kenapa? Tujuannya agar kamu bisa selalu mengarahkan konsumen langsung tanpa mengetik ulang. Taruh saja di satu postingan atau satu halaman. Konsumen yang melihat blogmu sudah menganggap kamu layak dipercaya karena kamu serius niat jualan.

Jangan lupa data diri penting ya, di blog bisa ditaruh data diri semisal facebook pribadi (itu cukup). Karena konsumen selalu ragu belanja online karena banyaknya penipuan. Padahal 90% kasus penipuan karena ketidakpahaman konsumen. Tidak paham lamanya jasa ekspedisi pengiriman paket. Tidak paham sistem pembayaran, dan lain sebagainya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *