Menganalisa Iklan Dari Jagad Internet

3 Cara Agar Iklan Bannermu Berujung Penjualan

contoh iklan banner

Masih bingung buat banner iklan untuk promosi di internet? Biasanya iklan banner untuk blog atau untuk website, bisa berujung keren dan penjualan kalau mementingkan beberapa hal. Diantaranya tentu akan saya sebutkan disini. Salah satunya iklan banner 300 x 250 pixel yang sering dipakai. Kenapa ukurannya harus seperti itu? Tidak yang 300 x 600 pixel atau 336 x 280? Biasanya iklan ukuran 300 x 250 tidak berubah bentuknya kalau dilihat melalui layar handphone. Jadi sangat efektif untuk menarget konsumen yang memakai smartphone.

Jadi, kita akan membahas desain iklan banner yang biasanya sering salah dilakukan oleh pemula dalam bidang bisnis online. Kenapa? Jelas karena tidak semua orang paham desain. Periklanan ada kuliahnya sendiri. Bahkan desain iklan pun begitu. Tapi ada cara praktis agar desain iklan kita tetep keren walau tanpa keahlian desain tingkat tinggi. Perhatikan berikut ini, 3 cara agar iklan bannermu berujung penjualan.

Sederhana, Jangan Rame-rame Informasinya

Ilmu ini saya dapat dari bannerflow. Setelah kamu baca disana, kamu pasti tahu bahwa iklan banner saja, butuh yang simple, sederhana, gak usah macem-macem. Saya ambilkan contoh iklan banner jilbab yang ada di google ya, silahkan dicermati.

contoh iklan banner
sumber: dessyhijab.blogspot.co.id

Ada yang salah gak dengan iklan banner diatas? Jika ya, coba sebutkan apa yang salah? Bandingkan dengan iklan banner dibawah ini:

contoh iklan banner
sumber: bajuhijabers.com

Bagusan mana? Oke, sekali lagi, mana diantara dua banner itu yang membuatmu ingin ngeklik iklannya? Sederhana itu penting. Tonjolkan produkmu, dan kata untuk mengajak orang untuk ngeklik. Satu saja kata cukup. Sebagian besar kesalahan pebisnis online menempatkan semua informasi dalam 1 gambar. Mau ukuran iklan bannernya besar sekalipun, tetap saja rame. Makin rame makin sesak dilihat, makin penuh dan makin enggan orang untuk ngeklik.

Iklan Bannermu Kurang Jelas

Seperti alasan pertama. Kalau yang pertama, iklan bannermu kurang jelas karena kamu ingin menonjolkan apa? Produk yang mana? Semakin banyak ruang pada bannermu untuk menunjukkan produkmu, semakin akan sering diklik dan berujung pada penjualan. Silahkan lihat iklan banner dibawah ini.

contoh iklan banner
sumber: iklanlini.com/jilbab-instan-kanaya-cilacap

Apa yang salah? Ayo sekali lagi iklan banner ini kamu identifikasi kesalahannya dimana. Sederhana saja, tapi cukup mengganggu bagi konsumen yang ingin tahu tentang produknya. Bandingkan dengan yang ini,

contoh iklan banner
sumber: grosirhijabbagus.com/products/5/jilbab-hijab/

Bagusan mana? Tentu yang kedua. Kenapa? Pertama, kurang jelas fotonya mengakibatkan konsumen jadi malas melihat. Sakit mata istilahnya. Hal itu terjadi karena fotonya blur. Dianggap tidak profesional. Padahal cara profesional dalam foto produk tidaklah sulit. Apakah perlu kamera DSLR? Tidak juga. Pakai kamera smartphone saat ini sudah bagus kok, apalagi sudah sampai 5 megapixel keatas. Tekniknya, jika ingin mengambil foto close up (jarak dekat) model yang menggunakan produknya, ambillah dari dekat. Jangan di zoom. Mengakibatkan blur kalau di zoom. Kedua, pencahayaan. Coba foto di ruang dengan lampu yang terang dan cahaya matahari muncul. Membantu fotomu tampak lebih jelas tanpa harus pakai flash. Terakhir, foto dilatar belakang atau background yang putih polos. Hal ini membantu konsumen untuk fokus ke foto modelnya, bukan ke backgroundnya. Mudah kan? Ayo praktek.

Cukup Dengan Informasi Branding Produkmu

Apa itu branding? Branding itu logo, nama produkmu, itu saja. Contohnya saya buat dibawah ini,

contoh iklan banner
sumber: nittaprasetya.wordpress.com

Memang itu bukan produk saya, saya ambil dari sumbernya, namun belum ada informasi apa pun yang bisa dijadikan iklan banner. Beberapa produk keren biasanya iklan bannernya minim informasi. Bukan berarti tidak ada. Contoh yang saya berikan di bagian ketiga pembahasan ini, informasinya hanya ada brandingnya saja, “hijab ta’aruf”. Konsumen lebih tertarik pada jenis iklan ini karena memang tidak ada paksaan pada mereka. Dengan begitu, konsumen akan fokus pada produknya dan nama produknya saja. Branding bisa disebut juga merek ya, jadi apa nih merek milikmu. Kalau tidak ada? Reseller atau dropship misalnya tidak menyediakan foto untuk iklan banner? Silahkan cari temanmu yang cantik dijadikan model. Lalu pilihlah nama untuk branding produkmu sendiri.

Sudah banyak sekali loh, iklan-iklan banner yang keren itu simple dan sederhana. Coba lihat lagi pesaingmu atau perusahaan yang telah berkembang besar industrinya. Beberapa merek jilbab dan hijab pasti menggunakan cara nomer terakhir lebih sering daripada memaksa memasukkan semua informasi dalam satu iklan banner. Hasilnya? Sudah jelas kan produk mereka tetap laku dan laris. Jadi, ayo mulai belajar membuat iklan bannermu sendiri yang lebih elegan.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *